Déjà vu Mia #6

Alarm-ku berbunyi. Aku membuka mata perlahan, menyambut pagi dengan tarikan napas panjang. Sekarang jam 5 pagi. Jadwal-ku untuk menulis jurnal. Maksudku, jurnal harian. Walaupun aku tidak menulisnya setiap hari. Menulis jurnal membuatku menjadi lebih menghargai diriku. Memberiku waktu untuk berhenti sejenak. Memikirkan harapan-harapan, menyusun rencana-rencana, dan langkah-langkah meraih mimpi. 

Kali ini aku menulis mengenai antusiasku menjadi bagian dari proyek SkyMap. Jujur saja. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya dari kemarin.

Aku benar-benar ingin menulis hal ini dari kemarin. Hanya saja aku tidak ingin merusak jadwal jurnal-ku. Kau tahu, rutinitas ini sudah berjalan dengan sangat teratur sejak aku memulainya. Aku akan menjadi bagian dari proyek yang sangat luar biasa! Namanya SkyMap. Professor Adriel sudah menduganya. Tetapi, aku rasa dia tidak menduga bahwa mahasiswa-nya akan ikut berkontribusi dalam proyek ini. Aku sangat tidak sabar! Professor Yama dan Dokter Omar akan menjadi teman se-penelitian-ku. Hmm, sekarang aku membayangkan wajah mereka yang penuh dengan rasa penasaran padaku. Lebih tepatnya, pada kemampuanku. Sebelumnya, aku merasa biasa-biasa saja. Tapi sekarang, aku tidak menyangka bahwa kemampuanku begitu mengherankan. Oh iya! Professor Adriel menyebutku sebagai 'Astronom'! Huaaa aku tidak bisa menahan kebahagiaan ini! Jika aku Astronom, kamu adalah pakar Astronom terhebat, Prof, hehe. Aku jadi semakin bersemangat untuk segera bergabung di proyek SkyMap. Professor Yama mengatakan bahwa ruangan untuk proyek kami akan siap digunakan minggu depan. Huhu, masih lama. Aku ingin segera memulainya hari ini!

Aku menghela nafas. Tidak bisa menahan senyumku. Memandangi hasil tulisanku sejenak, kemudian menutup buku jurnal-ku. Aku beranjak dari dudukku sembari menari-nari kecil. Hahaha, aku benar-benar sangat bersemangat!

Cahaya matahari sudah mulai menyelinap dari celah-celah tirai jendelaku. Hatiku yang sedang bergembira penuh dengan semangat, segera saja menyibak tirai itu. Terlihat matahari sudah setinggi tombak. Agendaku hari ini sebelum masuk kelas Mekanika Benda Langit adalah membantu Dokter Omar mempersiapkan ruangan untuk proyek SkyMap kami. Sebenarnya Dokter Omar mengatakan bahwa tidak apa-apa dia sendiri yang mempersiapkan, dikarenakan ada banyak benda-benda berat yang harus dibawa. Namun, aku yang sangat antusias dengan semuanya, bersikeras untuk membantu, tapi tidak dengan mengangkat benda-benda berat itu. Aku sepertinya akan membantu untuk menentukan posisi-posisi benda dan beberapa hal seperti memasang poster arah mata angin di sebelah jendela dengan teleskop terpaut di sana.


Comments

Popular Posts